Koma Setahun, Sponsor Tetap Setia pada Schumi

Gland, KompasOtomotif - Sudah sekitar setahun sejak Michael Schumacher mengalami trauma kepala akibat kecelakaan bermain ski di Swiss. Meski berita pemulihan masih terus berlangsung sampai saat ini, namun Schumi harus melaluinya dengan jalan yang tak mudah.

Di sisi lain, para perusahaan sponsor yang selama ini mengikat kontrak dengan mantan juara dunia balap F1 itu mulai menghadapi keputusan sulit. Apakah akan melanjutkan kontrak dan membantu secara finansial Schumi, meskipun tidak mendapat keuntungan apa-apa dalam hal promosi. Keputusan lain, mengakhiri kontrak tapi mendapat cap buruk dari citra masyarakat akibat keputusannya tersebut.

Menurut Sabine Kehm, manajer Schumi dilansir La Gazzetta dello Sport, sebagian besar sponsor yang terikat kontrak secara personal dengan Schumacher memutuskan untuk tetap mendukungnya. Informasi ini mendukung kabar pada Agustus sebelumnya, menyatakan kalau Mercedes-Benz dan lembaga Investasi Jerman, Deutsche Verm√∂gensberatung AG akan tetap mendukung legenda balap itu dalam kondisi sulit.

Sponsor lain, seperti produsen helm Schuberth dan merek jam Audemars Piguet, juga dipercaya akan tetap melekat pada Shumi.

Tapi, tidak semua sponsor memilih bertahan. Produsen air kemasan asal Jerman Rosbacher dikabarkan mundur, mulai Juli 2014 lalu. Selain itu, label pakaian Gaydoul Group, yakni Navyboot dan Jet Set membatalkan rencana kontrak mereka awal Desember ini.

Sampai saat ini, sponsor-sponsor ini menjadikan Schumacher sebagai salah satu pebalap terkaya di dunia dengan bayaran tertinggi. Selain itu, Shumi juga didapuk sebagai atlet pertama di dunia yang memiliki status miliarder. 

Meski sudah pensiun dari dunia profesional, ia tetap punya penghasilan setara dengan pebalap F1 yang masih aktif. Sampai saat ini, tidak ada yang tahu sampai kapan Shumi bisa pulih kembali dan membayar loyalitas sponsor yang rela mendukungnya dalam kondisi terburuk sekalipun.

Related Posts:

Pikat Konsumen dengan Tren Warna Cerah Mobil Kota

Jakarta, KompasOtomotif – Belakangan ini warna-warna cerah memang menjadi tren pada segmen mobil kota, seusai pengguna yang berjiwa dinamis. Warna-warna tersebut mampu memberikan gambaran personalisasi dan gaya hidup pemilik. Bahkan jika dibandingkan dengan segmen lain seperti MPV, SUV, atau sedan, warna yang mendominasi adalah selain hitam, silver dan abu-abu.

Bahkan melalui survei yang dilakukan KompasOtomotif, untuk warna-warna cerah pada mobil kota tetap jadi incaran dan harga tetap bagus. "Untuk urusan warna memang mobil kota beda dengan yang lain. Warna cerah yang cenderung 'ngejreng' tetap laku dan harganya masih bagus. Contohnya merah, biru, hijau, dan putih," papar Deva, pengusaha mobkas di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur.

Tren tersebut ternyata juga diterapkan pada Mitsubishi Mirage yang ditawarkan Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), sebagai cara unik mendekatkan diri dengan calon konsumen. Selain dibekali mesin irit dan berbagai fitur pelengkap, mobil penumpang termurah yang ditawarkan KTB ini punya tujuh pilihan warna.

Setiap calon pemilik bisa memilih warna personal, yakni Red Metallic, Lemonade Yelow Metallic, Pop Green Metallic, Cool Silver, White Pearl, Elsen Gray Mica, atau Black Mica. Dengan konsep mobil kota modern, warna-warna cerah Mirage sanggup melekat dengan pribadi sang pemilik sedangkan warna lainnya buat peminat nuansa elegan.

Mirage ditawarkan dalam tiga tipe, GLX seharga Rp 145 juta, GLS Rp 158 juta, dan Exeed Rp 171 juta. Semua tipe menggunakan mesin yang sama, MIVEC 3-silinder 1.2L dengan 76 tk dan torsi 100 Nm. Hanya GLX yang dilengkapi dengan transmisi manual, sedangkan dua tipe lainnya menggunakan CVT.

Related Posts: