Mencoba Performa Mesin Bensin Pajero Sport

Jakarta, KompasOtomotif - PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) telah melengkapi keluarga Pajero Sport, dengan varian baru bermesin bensin, Maret 2014 lalu. Jantung pacu tipe V6, SOHC, berkapasitas 3.0L, dengan variabel katup Mistubishi Innovative Valve Timing Electronic Control (MIVEC), dipercaya mampu mengakomodir konsumen yang ingin memiliki SUV jenis frame, berbahan bakar non-solar.

Awal pekan lalu, KompasOtomotif mendapat kesempatan menjajal performa mesin bertenaga 220 tk tersebut dengan rute Jakarta-Bandung melalui Subang. Jalur tersebut jadi pilihan menarik mengingat banyaknya tantangan dengan ragam kondisi jalan. 

Sport
Petualangan pun dimulai. Ketika mesin dinyalakan, deruman suara mesin V6 yang khas, langsung membangkitkan adrenalin. Namun deruman itu hanya muncul sesaat, suara mesin dan knalpot kembali senyap seperti layaknya mesin bensin lain. "Cita rasa" mobil sport ditemukan ketika mulai keluar dari area parkir Cilandak Town Square, Jakarta, sebagai lokasi start. Putaran setir terasa sedikit berat jika dibandingkan dengan Pajero Sport versi diesel. Diklaim berfungsi menjaga pengendalian tetap mantap saat melaju dengan kecepatan tinggi.

Saat mulai masuk jalan raya, karakter mesin V6 dengan torsi 281 Nm ternyata nyaman digunakan di kondisi jalan macet dengan karakter stop and go. Tapi, ketika saat masuk jalan bebas hambatan dan pedal gas spontan ditekan hingga mentok (kick down), maka respon tenaga langsung terasa. Hanya saja, semburan tenaga tidak sebrutal varian Dakkar yang memiliki torsi 350 Nm.

Proses perpindahan gigi baik ke posisi lebih tinggi maupun rendah terasa halus. Hal tersebut berkat teknologi CVT yang ditanamkan pada transmisi matik lima percepatan. Hanya ketika akan melakukan akselerasi spontan untuk sesaat, pelepasan tekanan pada pedal gas harus disesuaikan, agar tidak terjadi jeda entakan deselerasi. Begitu pula ketika ingin kembali berakselerasi.

Menantang
Paling mantap ketika sudah masuk wilayah Subang yang identik dengan tanjakan, turunan dan tikungan tajam. Rasa percaya diri untuk menyusul truk dan angkutan umum tetap terjaga meski saat kondisi menanjak. Semburan torsi untuk berakselerasi spontan bisa diandalkan. Lebih nikmat lagi ketika menggunakan paddle shift, terasa seperti memakai transmisi manual. Bedanya tentu tanpa menginjak pedal kopling. 

Stabilitas suspensi memang tak perlu diragukan lagi. Sama seperti versi diesel yang lincah dan stabil. Hanya saja ketika sempat berpetualang di Ciater Resort ayunan suspensi terasa sedikit agak keras dibanding versi diesel. Namun masih dalam skala normal untuk ukuran SUV.

Kesimpulan
Sebagai pelengkap keluarga Pajero Sport, versi bensin memang bisa jadi pilihan. Tenaga dirasa lebih dari cukup, meski torsi masih tidak segalak varian Dakkar. Untuk SUV bermesin V6 dengan kapasitas mesin 3.0L, konsumsi BBM 8 kpl untuk kondisi kombinasi luar kota terbilang sepadan, terlebih dengan body bongsor.

Related Posts:

0 Response to " Mencoba Performa Mesin Bensin Pajero Sport"

Posting Komentar