5 Keunggulan All-New Nissan X-Trail

Jakarta, KompasOtomotif - Menantang segmen Sport Utility Vehicle (SUV), yang berisikan pemain mapan, All-New Nissan X-Trail datang dengan mengusung banyak nilai lebih. PT Nissan Motor Indonesia (NMI) menyematkan sederet unique selling pointpada All-New X-Trail, untuk bisa menjadi SUV nomor satu di Indonesia.

"Tiga filosofi yang mendasari peluncuran All-New X-Trail, yakin ekslusivitas, teknologi, dan kesan premium. Paling utama adalah, mobil ini diciptakan untuk memenuhi semua kebutuhan pengguna SUV," ujar Budi Nur Mukmin, GM Strategi Pemasaran dan Komunikasi NMI dalam presentasinya di prosesi peluncuran, Jumat (12/9/2014).

Lebih detail Budi menjelaskan, ada lima keunggulan yang akan menjadi daya tarik lebih model ini dibandingkan dengan kompetitor. Berikut daftarnya:

1. Siluet desain
Garis desain berkarakter dan tajam memberikan tampilan sporty dan percaya diri. Untuk menyeimbangkan style-nya yang ramping dengan postur agresifnya, Nissan menggaplikasikan roda besar, tersedia dengan pelek dan ban 18 inci (khusus untuk tipe 2.5 CVT).

2. Around View Monitor
Fitur ini menggunakan empat kamera super wide-angle kecil yang diletakkan pada bagian depan, samping, dan belakang kendaraan untuk memudahkan pengendara melihat obyek-obyek sekitar dengan bird’s eye view 360-derajat. Fitur ini juga memungkinkan pengendara memilih beberapa tampilan close up dari objek di depan dan belakang sehingga membantu pengemudi untuk bermanuver di tempat-tempat yang sempit.

3. Sistem Pencahayaan
Untuk menunjang Day-Time Running Light (DRL) yang didesain secara ramping, X-Trail menghadirkan lampu utama LED baik untuk lampu rendah dan lampu tinggi yang di desain secara eksklusif untuk segmen ini (2.0 CVT & 2.5 CVT). Sorotan lampu diklaim lebih terang dan tampil tegas dengan konsumsi energi lebih rendah.

4. Interior luas dan fleksibel
Interior didesain secara premium, baris kursi kedua yang paling luas dan mudah dikonfigurasikan baik diturunkan atau pun digeser, sehingga memberikan theater view serta keleluasaan bergerak untuk para penumpang.

Jok depan dilengkapi Spinal Support Technology yang di desain untuk menopang tulang belakang. Ini memberikan kenyamanan lebih baik walaupun berkendara dalam waktu lama. Baris bangku ketiga bergaya stadium yang bisa dilipat tepat di tengahnya (50/50) dengan sempurna untuk menambah fleksibilitas untuk penumpang.

5. Kargo fleksibel
Memanjakan dengan pengalaman lebih baik lewat Power Tail Gate. Membuka bagasi bisa dilakukan secara hands free. Selain itu, bagasinya sendiri luas dan datar, lengkap dengan pelindung. Bangku kedua juga bisa dilipat rata untuk menambah ruang bagasi jika dibutuhkan.

Related Posts:

Avanza Modif Harus Bisa Dibawa ke Mana-mana

Jakarta, KompasOtomotif – H Chaerul M Poetra, 38, sudah punya komitmen, jika memodifikasi mobil, harus bisa mendukung perjalanan ke mana pun dirinya pergi. Termasuk ketika memermak penampilan Toyota Avanza G lansiran 2013 miliknya. Hasil akhir bukan menunjukkan selera, namun fungsionalitas sebagai kendaraan sehari-hari.

”Itu prinsip dasar saya, sih.  Yang penting beda dengan lainnya, tapi kita juga harus memikirkan bagaimana caranya agar tetap nyaman. Kebetulan, mobil saya Avanza yang notabene sebagai mobil keluarga,” tegas Poetra.

Memang, tenaga pemasaran salah satu dealer Toyota di Jakarta itu termasuk pengguna setia. Aktivitas sehari-hari tak bisa lepas dari mobil kesayangannya. Modifikasi ringan dianggap sebagai jalan pintas untuk mencari perhatian, sekaligus menjadi salah satu cara menggaet calon konsumen.

”Mobil ini sangat mendukung dalam hal pekerjaan. Kalau lagi kerja, bagasi bisa membawa banyak barang. Kaki-kaki sudah dimodifikasi, tapi masih nyaman dan tidak khawatir melewati jalan rusak menuju rumah konsumen,” kata Poetra.

Untuk itu, punggawa klub Avanza-Xenia Club Indonesia (AXIC) tersebut membeli jaring (net) di bagasi untuk melengkapi fungsionalitas mobil agar bisa membawa banyak barang. ”Isinya macam-macam, bisa sepatu, suvenir, atau barang-barang kecil. Agak berantakan, tapi inilah gunanya punya mobil serbabisa,” celetuknya.

Dengan penampilan yang cukup sporty dan berbeda, Poetra tak segan membawa Avanza kesayangannya pulang kampung ke Padang, Sumatera Barat. Dengan kondisi mesin standar, kaki-kaki stylish, dan interior orisinal, diisi tujuh penumpang pun mobil masih kuat di tanjakan.

”Modifikasi selanjutnya, masih saya pikirkan. Yang jelas, kalau pun nanti dirombak lagi, saya usahakan sesimpel mungkin, tapi tetap menarik perhatian. Karena wajah Avanza baru ini sudah menarik,” simpul Poetra.

Related Posts:

Mencoba Performa Mesin Bensin Pajero Sport

Jakarta, KompasOtomotif - PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) telah melengkapi keluarga Pajero Sport, dengan varian baru bermesin bensin, Maret 2014 lalu. Jantung pacu tipe V6, SOHC, berkapasitas 3.0L, dengan variabel katup Mistubishi Innovative Valve Timing Electronic Control (MIVEC), dipercaya mampu mengakomodir konsumen yang ingin memiliki SUV jenis frame, berbahan bakar non-solar.

Awal pekan lalu, KompasOtomotif mendapat kesempatan menjajal performa mesin bertenaga 220 tk tersebut dengan rute Jakarta-Bandung melalui Subang. Jalur tersebut jadi pilihan menarik mengingat banyaknya tantangan dengan ragam kondisi jalan. 

Sport
Petualangan pun dimulai. Ketika mesin dinyalakan, deruman suara mesin V6 yang khas, langsung membangkitkan adrenalin. Namun deruman itu hanya muncul sesaat, suara mesin dan knalpot kembali senyap seperti layaknya mesin bensin lain. "Cita rasa" mobil sport ditemukan ketika mulai keluar dari area parkir Cilandak Town Square, Jakarta, sebagai lokasi start. Putaran setir terasa sedikit berat jika dibandingkan dengan Pajero Sport versi diesel. Diklaim berfungsi menjaga pengendalian tetap mantap saat melaju dengan kecepatan tinggi.

Saat mulai masuk jalan raya, karakter mesin V6 dengan torsi 281 Nm ternyata nyaman digunakan di kondisi jalan macet dengan karakter stop and go. Tapi, ketika saat masuk jalan bebas hambatan dan pedal gas spontan ditekan hingga mentok (kick down), maka respon tenaga langsung terasa. Hanya saja, semburan tenaga tidak sebrutal varian Dakkar yang memiliki torsi 350 Nm.

Proses perpindahan gigi baik ke posisi lebih tinggi maupun rendah terasa halus. Hal tersebut berkat teknologi CVT yang ditanamkan pada transmisi matik lima percepatan. Hanya ketika akan melakukan akselerasi spontan untuk sesaat, pelepasan tekanan pada pedal gas harus disesuaikan, agar tidak terjadi jeda entakan deselerasi. Begitu pula ketika ingin kembali berakselerasi.

Menantang
Paling mantap ketika sudah masuk wilayah Subang yang identik dengan tanjakan, turunan dan tikungan tajam. Rasa percaya diri untuk menyusul truk dan angkutan umum tetap terjaga meski saat kondisi menanjak. Semburan torsi untuk berakselerasi spontan bisa diandalkan. Lebih nikmat lagi ketika menggunakan paddle shift, terasa seperti memakai transmisi manual. Bedanya tentu tanpa menginjak pedal kopling. 

Stabilitas suspensi memang tak perlu diragukan lagi. Sama seperti versi diesel yang lincah dan stabil. Hanya saja ketika sempat berpetualang di Ciater Resort ayunan suspensi terasa sedikit agak keras dibanding versi diesel. Namun masih dalam skala normal untuk ukuran SUV.

Kesimpulan
Sebagai pelengkap keluarga Pajero Sport, versi bensin memang bisa jadi pilihan. Tenaga dirasa lebih dari cukup, meski torsi masih tidak segalak varian Dakkar. Untuk SUV bermesin V6 dengan kapasitas mesin 3.0L, konsumsi BBM 8 kpl untuk kondisi kombinasi luar kota terbilang sepadan, terlebih dengan body bongsor.

Related Posts:

”Adik” Xenia Diposisikan sebagai MPV Murah

Jakarta, KompasOtomotif – Mobil konsep Daihatsu UFC3 yang pamer diri pada ajang IIMS 2014, 18-28 September mendatang, bakal menjadi salah satu andalan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) untuk menggaet pengunjung. Setelah muncul dalam konsep pertama dan kedua saat penyelenggaraan IIMS sebelumnya, kali ini UFC diklaim lebih mendekati realita.

Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran ADM, dalam konferensi pers jelang IIMS 2014 di Daihatsu Logistic Centre, Senin (8/9/2014), mengatakan, UFC3 adalah cikal bakal MPV murah tujuh penumpang yang dikembangkan untuk mengeruk pasar LCGC.

Memang, di segmen mobil murah dan ramah lingkungan itu mayoritas dihuni hatchback atau city car. Hanya ada satu model yang mengakomodasi tujuh penumpang. Sehubungan dengan ini, ADM melihat bahwa belum ada MPV murah yang sanggup mengakomodasi tujuh penumpang dewasa.

”Ini akan menjadi the real 7-seater MPV. Kalau lihat video yang juga akan ditayangkan di IIMS, model untuk penumpang belakang adalah kakek dan nenek, bukan anak-anak, jadi kami balik. Ini menunjukkan bahwa UFC3 benar-benar dibangun dari masukan orang Indonesia,” jelas Amelia.

Karena posisinya akan menjadi mobil LCGC, harga tentu akan ikut regulasi pemerintah. Artinya, adik Xenia yang akan dibangun dari basis UFC3 ini tak akan lebih mahal dari Rp 100 juta off the road seperti yang tertuang dalam regulasi. ADM merancang sendiri dari nol mobil konsep UFC melalui divisi Research & Development.

Related Posts:

Ini Tampang ”Adik” Xenia Bernama UFC3

Jakarta, KompasOtomotif – Enam mobil konsep siap ditampilkan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) di IIMS 2014, 18-28 September 2014 mendatang. Salah satu yang paling banyak mengundang perhatian adalah konsep MPV tujuh penumpang yang diberi nama UFC3. Model ini sudah diposisikan sebagai ”adik” Xenia.

Dalam konferensi pers jelang IIMS 2014 yang diselenggarakan di Daihatsu Logistic Centre, Senin (8/9/2014), dijelaskan bahwa mobil ini akan semakin dekat dengan versi produksi. Kendati demikian, statusnya masih akan menjadi konsep tanpa ada kejelasan soal produksi massal.

”Kalau Anda lihat, UFC pertama masih ada di awang-awang, kedua aplikatif, dan nanti ketiga semakin aplikatif lagi. Kami masih ingin melihat respons dari masyarakat atau pengunjung IIMS, kalau sudah memenuhi harapan, pada waktunya nanti akan kami produksi,” terang Direktur Pemasaran ADM Amelia Tjandra.

Meski demikian, ditambahkan bahwa untuk mengubah status dari konsep menjadi mobil produksi, banyak faktor yang dipertimbangkan. Prosesnya masih cukup panjang.

Pradipto Sugondo, Executive Officer Research & Development ADM menjelaskan bahwa konsep UFC-3 untuk sementara akan terus menggali informasi dari audiens IIMS. Itulah sebabnya, andai disukai pun, MPV ini masih akan menjadi konsep dalam waktu yang tak bisa ditentukan.

”Kami terus mencoba merespons apa keinginan masyarakat. Terlepas nanti mobilnya ternyata sudah siap (diproduksi), ada tahapan lagi yang harus dilewati. Atau sama sekali tidak diproduksi? Bisa saja. Karena itulah fungsinya mobil konsep,” terang Pradipto.

Related Posts:

Garda Oto Fasilitasi Pembuatan SIM Komunitas

Jakarta, KompasOtomotif– Sebagai bagian dari elemen keselamatan berkendara, produk asuransi khusus otomotif Asuransi Astra, Garda Oto menggelar pembuatan dan perpanjangan SIM Komunitas di kantor pusat Asuransi Astra di Jl. TB Simatupang kavling 15, Jakarta Selatan, Sabtu (6/9/2014).
Terdiri dari golongan SIM A dan C. Materi yang diberikan sama seperti jalur resmi, terdapat ujian teori dan praktek yang diberikan Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Ditlantas Polda Metro Jaya. Untuk teori diberikan sistem pengujian tipe Audio Visual Integrated System (AVIS.
Untuk SIM A, tersedia unit uji yang wajib digunakan peserta untuk menyelesaikan ujian berupa jalan maju mundur, slalom, parkir pararel dan seri, serta berhenti di tanjakan dan turunan. Buat SIM C, meliputi slalom, membentuk jalur angka delapan, rem reaksi, rem keseimbangan, dan memutar arah.
Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berlalu lintas. “Dengan memiliki SIM, pengendara akan lebih tenang dalam bekerja,” ujar Iwan Pranoto, Communication & Event Manager Asuransi Astra.

Related Posts:

Daihatsu Copen Dijual Tahun Depan di Indonesia

Jakarta, KompasOtomotif – Sudah dua penyelenggaraan IIMS, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memamerkan Copen, sebagai model kupe yang cukup atraktif sebagai penarik perhatian.

Pada IIMS tahun ini Copen akan tetap dipamerkan. Namun bedanya, ada informasi baru sebagai muara kemunculan selama ini. Mobil untuk dua penumpang tersebut rencananya akan mulai dijual tahun depan.

Direktur Pemasaran ADM Amelia Tjandra mengatakan, pada peluncuran tahun depan tidak akan ada prosesi resmi. Hal ini dikarenakan mobil hanya akan menggoda para penghobi. Volume penjualan yang tidak akan sebesar produk lainnya juga bisa jadi alasan.

”Kami akan memfasilitasi orang-orang Indonesia yang ingin merasakan naik kupe. Kami sadar, tidak banyak yang menginginkan mobil berpenumpang dua orang. Tapi kami ingin menjadi sahabat dan menyediakan untuk yang memesan,” jelas Amelia.

Copen adalah model kupe yang cukup unik ciptaan Daihatsu. Ternyata, mobil ini sudah malang melintang di Indonesia sejak 2003, meski hadir lewat importir umum. Uniknya, warna bisa dibuah sesuai kebutuhan dengan mekanisme yang cukup gampang.

Di IIMS, ADM akan menampilkan sekaligus dua model Copen untuk menggoda calon konsumen. ”Harga relatif tinggi. Tapi kami berkomitmen untuk memberikan pengalaman,” ujar Amelia.

Related Posts:

Begini agar Avanza Putih Tetap Terlihat Gres

Jakarta, KompasOtomotif — Mobil dengan warna putih sedang menjadi pilihan bagi kebanyakan konsumen di Indonesia. Putih dianggap warna yang bersih dan membuat tampilan mobil menjadi makin mewah. Namun, merawat kelir putih perlu perhatian lebih agar tidak cepat pudar.

Toyota Avanza milik Syarief KH ini adalah contohnya. Sebenarnya mobil dengan nomor polisi B 1387 WUG lansiran 2008 ini punya warna asli hitam. Tetapi, Syarief mengubahnya dengan warna superwhite, langsung di bengkel resmi Auto2000 Body and Paint.

Pria ramah ini mengaku, dirinya memang memberikan perawatan ekstra untuk menjaga kualitas warna dan kebersihan mobil. Pasalnya, kotor sedikit saja mobil dengan warna putih ini sudah tidak sedap dipandang mata.

"Gampang-gampang susah sebenarnya merawat warna putih. Pastinya, bila terkena hujan langsung segera dicuci agar bercak-bercak dan jamur tidak menempel. Usahakan juga jangan parkir di bawah matahari langsung dan jangan dibiasakan pakai cover bodi saat parkir di rumah," jelas Syarief saat berbincang dengan KompasOtomotif.

Pemilik nomor 0001 di komunitas Toyota Avanza Club Indonesia (TACI) ini melanjutkan, poles bodi juga diperlukan agar kualitas warna tetap terjaga. Tiga bulan sampai enam bulan sekali luangkan waktu untuk memoles bodi, yang bisa dilakukan di salon mobil atau juga dikerjakan sendiri.

Senada dengan Syarief, spesialis salon dan kaca mobil di Cibubur Point, Yusuf, menegaskan agar tidak malas untuk mencuci mobil seusai terkena hujan. Ini adalah kunci terpenting bila ingin warna cat mobil tetap awet.

"Biasanya orang yang sibuk sudah malas untuk mencuci mobil setelah terkena air hujan. Sifat air hujan itu keras, bahkan bisa menimbulkan karat. Bila cuci saja sudah malas, biasanya orang sudah tidak memikirkan lagi untuk memoles mobil. Ini yang bisa membuat warna putih berubah jadi kuning," jelas Yusuf saat ditemui KompasOtomotif.

Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah pemasangan stiker pada bodi. Upayakan stiker tidak mengganggu estetika pada bagian luar eksterior. Pikirkan secara matang bila ingin memasang stiker, dan usahakan stiker terpasang memang untuk waktu yang lama. "Amannya memasang stiker memang di kaca karena mudah dibersihkan," jelas Syarief KH lagi.

Avanza Pop You Up
Avanza putih milik pria penggemar diecast ini masuk dalam jajaran Avanza Pop You Up yang diselenggarakan Toyota Astra Motor (TAM). Dia menegaskan ubahan dengan konsep minimalis, yang menjaga fungsionalitas kendaraan.

Ubahan pada bodi terlihat sederhana dengan mengunggulkan warna eksterior superwhite, dengan paduan stiker, lalu pelek 17 inci, lampu depan dipermanis dengan alis dan kaca film black beauty 80 persen di kaca samping dan belakang, serta 40 persen di kaca depan. 

Sedangkan pada interior, Syarief mengganti jok dengan julit sintetik warna hitam abu-abu, head unit 2DIN, sistem infotaintment kabin tengah dengan layar monitor di headrestsubwoofer 12 inci, dan comfort karpet antidebu. Teknologi terkini juga dipasang, yakni tombol start/stop yang menggantikan fungsi kunci saat menghidupkan mesin. (ADV)

Related Posts:

GM Indonesia Siapkan Sedan Aveo Jadi Taksi?

Jakarta, KompasOtomotif – General Motors (GM) Indonesia bersiap mengganti model Chevrolet Lova (sedan), yang kini digunakan sebagai taksi. Dari berbagai indikasi yang ada, kemungkinan besar sedan Aveo yang akan didaulat menjadi penerus Lova.
Menurut data Gaikindo sepanjang 2013, Lova hanya dilepas 376 unit. Tetapi, unit terakhir yang terjual hanya terekam hingga Juli 2013, setelah itu sampai Agustus 2014 belum ada aktivitas.
“Lova sudah di akhir masa produksi, selama ini kita ambil dari Thailand. Kita sedang siapkan penggantinya buat taksi,” ujar Dadan Ramadhani, Customer Care Director GM Indonesia, di Jakarta, Kamis (4/9/2014).
GM Indonesia mulai serius menggarap pasar taksi sejak 2008 lewat Kalos. Kemudian pada 2009 Lova datang sebagai pengganti, sedangkan Kalos ditujukan untuk segmen mobil penumpang. Hingga kini Lova dengan mesin 1.400 cc telah beredar di Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Lombok, sampai Sulawesi.
Sedan Aveo sebenarnya sudah datang ke Indonesia sejak tahun lalu. Dadan mengatakan, model ini sudah dipasarkan sejak awal 2014, tetapi tanpa selebrasi. Peluang sedan Aveo muncul sebab merupakan generasi penerus Lova.

Related Posts:

Mobil Otonomos Rentan Dibajak

London, KompasOtomotif - Pengembangan mobil otonomos adalah pencapaian teknologi terkini dalam industri otomotif. Mobil yang tidak memerlukan pengemudi ini diprediksi akan menjadi kendaraan masa depan dengan sederet keunggulan. Tapi, disinyalir masih ada risiko besar dalam pengembangan mobil otonomos.

Risiko pertama yang dikhawatirkan adalah tanggung jawab bila terjadi kasus kecelakaan. Namun, sekarang ada kekhawatiran baru dari ancaman peretas (hacker). Mobil dengan sistem komputerisasi ini bisa dengan mudah dibajak, lalu digunakan untuk tujuan kriminal atau bahkan sebagai senjata.

Perusahaan konsultan KPMG di Tonbridge, Inggris, menyatakan, hacker bisa menggunakan mobil otonomos untuk membuat kekacauan lalu lintas atau bahkan bisa menculik penumpangnya.

"Risiko ini harus dipikirkan dengan matang oleh produsen, sebelum benar-benar melahirkan mobil dengan teknologi tinggi seperti otonomos," tulis KPMG bagian perlindungan informasi, seperti dilansir Inautonews, Sabtu (6/9/2014).

Meskipun ada skenario terburuk soal otonomos, pengembangan mobil canggih ini tetap terus berjalan. Diperkirakan pada 2030 nanti sudah akan ramai dengan mobil tanpa pengemudi.  Volkswagen AG contohnya sudah mulai melakukan riset, sementara Google Inc meluncurkan prototipe otonomos sejak Mei lalu.

Related Posts: